Kamis, 20 November 2014

Layanan Telematika



Layanan Informasi
Layanan Informasi adalah cara penyampaian berbagai informasi kepada sasaran layanan agar individu dapat mengolah dan memanfaatkan informasi tersebut demi kepentingan hidup dan perkembangannya.
Secara umum agar terkuasainya informasi tertentu sedangkan secara khusus terkait dengan fungsi pemahaman (paham terhadap informasi yang diberikan) dan memanfaatkan informasi dalam penyelesaian masalahnya. Layanan informasi menjadikan individu mandiri yaitu memahami dan menerima diri dan lingkungan secara positif, objektif dan dinamis, mampu mengambil keputusan, mampu mengarahkan diri sesuai dengan kebutuhannya tersebut dan akhirnya dapat mengaktualisasikan dirinya.
Komponen
a. Konselor sebagai pelaksana layanan
b. Peserta layanan sebagai sasaran layanan adalah individu yang memerlukan informasi untuk mengatasi permasalahannya dan mengembangkan kehidupannya
c. Informasi sebagai isi layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta layanan.


Pendekatan dan Teknik
Layanan informasi diberikan secara langsung dan terbuka oleh konselor yang disajikan dalam bentuk:
a. Ceramah, Tanya-jawab dan diskusi
b. Menggunakan media informasi
c. Melalui kegiatan khusus seperti hari Karir
d. Mendatangkan Nara Sumber
Layanan ini hendaknya dapat mengaktifkan peserta layanan seperti melalui Studi Kasus tentang suatu materi lalu diminta peserta layanan menganalisis kasus tersebut.
Kegiatan Pendukung
Layanan ini berkaitan dengan aplikasi instrumentasi untuk mengungkapkan apa yang dibutuhkan oleh peserta layanan. Berkaitan juga dengan konferensi kasus dalam memberikan pemahaman demi terselesaikan kasus. Berkaitan dengan kunjungan rumah menyangkut tentang pendapat orangtua dan kondisi kehidupan keluarga bagi peserta layanan (bagi anak atau anggota keluarga lainnya). Dalam Alih tangan kasus, layanan informasi dapat digunakan bagi peserta layanan yang ingn mendalami informasi tertentu yang berkaitan dengan permasalahan yang dialaminya.
Operasionalisasi
a. Perencanaan
Identifikasi kebutuhan informasi terhadap objek layanan, menetapkan materi layanan, menetapakan subyek layanan, menetapkan nara sumber, menentapkan prosedur, perangkat dan media layanan serta menyiapkan kelengkapan administrasi.
b. Pelaksanaan
Mengorganisasikan kegiatan layanan, mengaktifkan peseta layanan dan mengoptimalkan penggunaan metode dan media.
c. Evaluasi
Menetapkan materi evaluasi, menetapkan prosedur evaluasi, menyusun instrumen evaluasi, mengaplikasikan instrumen dab mengolah hasil instrument.
d. Analisis hasil evaluasi
Menetapkan norma/standar evaluasi, melakukan analisis dan menafsirkan hasil analisis.
e. Tindak lanjut
Menetapkan jenis dan arah tindak lanjut, mengkomunikasikan rencana tindak lanjut pihak terkait dan melaksanakan rencana tindak lanjut.
f. Pelaporan
Menyusun laporan layanan orientasi, menyempaikan laporan kepada pihak terkait dan mendokumentasikan laporan.
Dalam melaksanakan layanan, seorang konselor hendaknya mampu mengidentifikasi Lima Ranah Penguasaan (LIRAUSA) yang terdiri dari:
1. Wadasruh (wawasan dasar menyeluruh) meliputi: pengertian, tujuan dan manfaat layanan diberikan.
2. Komponen yang berperan pokok dalam layanan
3. Standar Prosedur Operasional (SPO) layanan
4. Setting atau lokasi dan kondisi yang menyertainya
5. Penilaian dan pelaporan
Layanan Context-Aware dan Event-base
Di dalam ilmu komputer, terdapat sebuah gagasan yang menyatakan bahwa perangkat komputer memiliki kepekaan dan dapat bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya berdasarkan informasi dan aturan-aturan tertentu yang tersimpan di dalam perangkat. Gagasan inilah yang kemudian diperkenalkan oleh Schilit pada tahun 1994 dengan istilah context-awareness.
Seperti yang telah dijelaskan diatas, istilah context-awareness mengacu kepada kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Sebagai contoh : ketika seorang user sedang mengadakan rapat, maka context-aware mobile phone yang dimiliki user akan langsung menyimpulkan bahwa user sedang mengadakan rapat dan akan menolak seluruh panggilan telepon yang tidak penting. Dan untuk saat ini, konteks location awareness dan activity recognition yang merupakan bagian dari context-awareness menjadi pembahasan utama di bidang penelitian ilmu komputer.

Tiga hal yang menjadi perhatian sistem context-aware menurut Albrecht Schmidt, yaitu:
1. The acquisition of context
Hal ini berkaitan dengan pemilihan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks yang diinginkan, sebagai contoh : pemilihan konteks lokasi, dengan penggunaan suatu sensor lokasi tertentu (misalnya: GPS) untuk melihat situasi atau posisi suatu lokasi tersebut.
2. The abstraction and understanding of context
Pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi nyata, bagaimana informasi yang dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi, dan bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam suatu konteks.
3. Application behaviour based on the recognized context
Terakhir, dua hal yang paling penting adalah bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya yang sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana caranya memberikan kontrol penuh kepada pengguna terhadap sistem.
Empat kategori aplikasi context-awareness menurut Bill N. Schilit, Norman Adams, dan Roy Want, yaitu :
1. Proximate selection
Proximate selection adalah sebuah teknik antarmuka yang memudahkan pengguna dalam memilih atau melihat lokasi objek (benda atau manusia) yang berada didekatnya dan mengetahui posisi lokasi dari user itu sendiri. Ada dua variabel yang berkaitan dengan proximate selection ini, yaitu locus dan selection, atau tempat dan pilihan.
Setidaknya, ada tiga jenis lokasi objek yang bisa ditanamkan ke dalam aplikasi dengan menggunakan teknik ini, yaitu:
1. Perangkat input dan output yang menyediakan penggunaan share lokasi bersama, seperti: penggunaan printer, facsimiles, komputer, video camera, dan lain-lain.
2. Kumpulan objek-objek yang membutuhkan suatu perangkat lunak tertentu untuk saling berinteraksi, misalnya pada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan penyatuan dokumen baik antar divisi maupun dalam satu divisi ke dalam suatu database tertentu.
3. Kumpulan lokasi atau tempat yang sering dikunjungi, seperti restoran, night club, pom bensin, mall, dan tempat-tempat lainnya. Dengan adanya inovasi ini tentunya lebih mempermudah user untuk mencari suatu tempat tertentu tanpa harus bergantung kepada yellow pages directori atau bertanya kepada masyarakat sekitar.
2. Automatic Contextual Reconfiguration
Aspek terpenting dari salah satu contoh kasus sistem context-aware ini adalah bagaimana konteks yang digunakan membawa perbedaan terhadap konfigurasi sistem dan bagaimana cara antar setiap komponen berinteraksi. Sebagai contoh, penggunaan virtual whiteboard sebagai salah satu inovasi automatic reconfiguration yang menciptakan ilusi pengaksesan virtual objects sebagai layaknya fisik suatu benda.
Contextual Reconfiguration juga bisa diterapkan pada fungsi sistem operasi; sebagai contoh: sistem operasi suatu komputer A bisa memanfaatkan memori komputer lainnya yang berada didekatnya untuk melakukan back-up data sebagai antisipasi jika power komputer A melemah.
3. Contextual Informations and Commands
Kegiatan manusia bisa diprediksi dari situasi atau lokasi dimana mereka berada. Sebagai contoh, ketika berada di dapur, maka kegiatan yang dilakukan pada lokasi tersebut pasti berkaitan dengan memasak. Hal inilah yang menjadi dasar dari tujuan contextual information and commands, dimana informasi-informasi tersebut dan perintah yang akan dilaksanakan disimpan ke dalam sebuah directory tertentu.
Setiap file yang berada di dalam directory berisi locations and contain files, programs, and links. Ketika seorang user berpindah dari suatu lokasi ke lokasi lainnya, maka browser juga akan langsung mengubah data lokasi di dalam directory. Sebagai contoh: ketika user berada di kantor, maka user akan melihat agenda yang harus dilakukan; ketika user beralih lagi ke dapur, maka user tersebut akan melihat petunjuk untuk membuat kopi dan data penyimpanan kebutuhan dapur.
4. Context-Triggered Actions
Cara kerja sistem context-triggered actions sama layaknya dengan aturan sederhana IF-THEN. Informasi yang berada pada klausa kondisi akan memacu perintah aksi yang harus dilakukan. Kategori sistem context-aware ini bisa dikatakan mirip dengan contextual information and commands, namun perbedaannya terletak pada aturan-aturan kondisi yang harus jelas dan spesifik untuk memacu aksi yang akan dilakukan.
Aturan umum yang harus diisi pada form context-triggered actions :
badge location event-type action
event­-type dapat berupa kondisi : arriving, departing, settleld-in, missing, or attention. Sebagai contoh :
coffee kitchen arriving “play –v 50 ~/sounds/rooster.au”
artinya, ketika siapapun berada di dapur dan menggunakan mesin coffee maker maka alarm rooster sound akan berbunyi.

Sumber : http://www.bloglovin.com/viewer?post=704729939&group=0&frame_type=a&context=&context_ids=&blog=1653462&frame=1&click=0&user=0

Selasa, 21 Oktober 2014

Fungsi Email Sebagai Alat Komunikasi



Fungsi Email Sebagai Alat Komunikasi


1. Penggunaan Internet Untuk Komunikasi
Email adalah singkatan dari Electronic Mail atau sering juga disebut surat elektronik.
Email atau surat elektronik adalah suatu cara untuk mengirimkan pesan dalam format data elektronik dari satu komputer ke komputer lainnya.
Email merupakan fasilitas internet yang paling banyak dimanfaatkan oleh pengguna. Dengan adanya adanya email maka akan mempermudah orang dari seluruh penjuru dunia untuk saling berkomunikasi dalam waktu singkat.
Salah satu alasan disebarluaskannya internet sebagai jaringan komputer internasional adalah fleksibilitas dari berbagai jenis komputer yang dapat terhubung dengan internet.
Syarat melakukan pengiriman E-mail (Mengirim surat dengan internet) adalah:
1. Membuat alamat email contoh: info@g-excess.com
  1. Mengetahui Username & Password dari email; “Account dan kata sandi”.
  2. Mengetahui E-mail yang di tuju.

Terdapat 4 jenis layanan email :
1. Email Berbasis WEB
Email berbasis WEB adalah layanan email yang ditawarkan oleh website-website penyedia jasa layanan email, sepaerti Yahoo, Hotmail, Bolehmail, Lovemail, plasa.com, dll. Layanan email jenis ini biasanya diberikan secara gratis oleh website yang bersangkutan.
Kelebihan email berbasis WEB adalah biasanya diberikan secara gratis. Selain itu, kita dapat mengecek email dari mana saja.
Kekurangan email jenis ini adalah kita bisa membaca email hanya dalam kondisi online sehingga membutuhkan biaya koneksi ke internet ynag lebih besar.
2. POP Mail
POP Mail adalah email yang diterima melaluiI nternet Service Provider yang menjadi layanan kita.
Kelebihan POP Mail adalah email jenis ini dapat dibaca dalam kondisi offline (tidak terhubung ke internet).
Mengecek email dapat dilakukan dengan cara menghubungkan (connect) komputer ke internet, kemudian mendownload emeil-email kita dan kemudian memutuskan hunungan dengan internet. Setelah itu kita dapat membaca satu persatu email yang kita terima. Setelah kita selesai membuat balasan, kita kemudian dapat terhubung lagi ke internet dan kemudian mengirimkan balasan email yang kita terima. Untuk melakukan hal di atas, kita harus mempunyai program client seperti Eudora atau Microsoft Outlook Express.
Kekurangan dari POP Mail adalah kita tidak membuka email dari sembarang tempat.
3. Email Forwarding
Email forwarding adalah layanan email yang meneruskan email yang diterimanya ke alamat email kita yang lain. Email jenis ini bermanfaat bagi orang yang suka ganti-ganti alamat email.
Kelebihan email forwarding adalah kita bisa menyembunyikan alamat email yang sesungguhnya. Selain itu, bila kita mengganti alamat email, kita tidak perlu memberi tahu alamat email yang baru, kita cukup memberikan alamat email forwardingnya.
Untuk mendapatkan email Kekurangan email jenis ini adalah karena hanya bersifat perantara dan harus meneruskan email yang diterima ke alamat yang lain, email tersebut membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sampai ke alamat email yang sesungguhnya.

2. - Fungsi Email Sebagai Alat Komunikasi
1. Alat komunikasi yang mudah, murah dan cepat.
2. Dapat mengirimkan file berupa program, gambar, grafik, dan file lainnya.
3. Dapat mengirim ke beberapa orang sekaligus secara bersamaan.
4. Dapat digunakan untuk mengirimkan surat atau ucapan selamat kepada keluarga di kampung halaman atau di luar negeri.
5. Dalam bidang bisnis, untuk melakukan kesepakatan bisnis atau mengirimkan dokumen penting.
-Dampak Negatif Email Sebagai Alat Komunikasi
1. Alat penyebaran firus komputer.
2. Alat komunikasi orang yang mempunyai tujuan buruk, seperti untuk kegiatan teroris.
Terdapat banyak cara untuk mendapatkan email :
1. Undangan dari teman
Cara ini melalui teman yang telah memiliki account pada penyedia layanan email tersebut. Kamu tidak dapat mendaftarkan diri tanpa undangan dari salah seorang yang telah menjadi anggota.
Contoh layanan ini : layanan email yang disediakan oleh Google (mail.gmail.com)
2. Dari Internet Service Provider (ISP)
ISP adalah perusahaan yang melayani koneksi internet. Beberapa contoh ISP di Indonesia, antara lain Indosat NET, WasantaraNET, dan IndoNET. Koneksi internet dilakukan berdasarkan jumlah jam akses atau hak pakai selama 24 jam per hari. Kamu harus mandaftarkan diri kepada penyedia layanan tersebut untuk mendapatkan layanan email.
3. Dari perusahaan
Email yang diperoleh dari perusahaan adalah email yang diberikan oleh suatu perusahaan. Ciri khasnya adalah alamat email ini memiliki identitas perusahaan dimana email tersebut terdaftar. Untuk mendapatkan email jenis ini, seseorang harus manjadi karyawan dari perusahaan tersebut.
4. Memesan sendiri
Cara ini bertujuan untuk mendapatkan alamat email khusus yang dapat kamu tentukan sendiri, mulai dari nama domain, identitas kamu, serta fasilitas yang ingin kamu dapatkan dari email tersebut. Untuk mendapatkannya, kamu harus memesan domain terlebih dahulu, kemudian memesan paket hosting untuk server kamu, baru kemudian kamu akan dapat menggunakan email tersebut.
5. Melalui penyedia email gratis
Cara ini merupakan cara paling mudah untuk mendapatkan email. Kamu tinggal mengunjungi web penyedia tersebut, mengisi data pribadi lalu kamu pun akan memiliki email secara instan.
Contoh penyedia email gratis :

1.      Gmail
Gmail adalah layanan email dari google.com. Siapa yang tidak kenal google.com? Saya yakin semua pasti kenal. Gmail merupakan layanan email dan chatt. Gmail menyediakan ruang penyimpanan yang tidak terbatas. Jadi anda tidak perlu takut kehabisan ruang untuk menyimpan seluruh email anda. Gmail memiliki banyak fitur seperti POP da IMAP yang bisa dimanfaatkan untuk menggunakan email client seperti outlook express maupun aplikasi Handphone. 
2. Yahoo! Email Services

Yahoo merupakan salah satu perintis layanan email gratis sehingga memiliki begitu banyak pengguna. Disamping layanan emailnya, yahoo juga banyak digunakan untuk chatting dengan aplikasi instant messenger yang sangat terkenal yaitu Yahoo Messenger atau yang sering disebut YM. Yahoo juga menyediakan ruang penyimpanan yang tidak terbatas akan tetapi yahoo International dengan TLD .com tidak memiliki fitur POP dan IMAP. Layanan tersebut hanya terdapat pada Yahoo Regional seperti Yahoo.co.id untuk Indonesia.
3. AIM Mail
AIM Mail, layanan email gratis berbasis web dengan ruang penyimpanan tidak terbatas, perlindungan spam yang bagus dan antar muka yang mudah digunakan. AIM Mail juga menawarkan akses POP dan IMAP sehingga lebih fleksibel bagi anda yang mempunyai rutinitas tinggi dalam penggunaan email. Sayangnya AIM Mail tidak memiliki kelebihan pada produktifitas seperti pelabelan, folder dan pembagian surat-surat.
4. Windows Live Hotmail
Windows Live Hotmail merupakan penyedia layanan email gratis dengan ruang penyimpanan sebesar 5GB, sistem pencarian yang cepat, keamanan yang solid dan antar muka yang mudah digunakan sebagai program email desktop. Windows Live Hotmail selalu memeriksa email yang masuk dengan scanning virus sehingga lebih aman. Akan tetapi dengan jalannya fitur-fitur tersebut, kecepatan akses dikorbankan karena menjadi lebih lambat.

5. GMX Mail
GMX Mail menawarkan akun email dengan ruang penyimpanan sebesar 5 GB dengan fitur POP sebaik layanan IMAP. Dengan memiliki akun GMX Mail anda bisa juga membaca akun email lain termasuk Yahoo, Gmail, dan Windows Live Hotmail. Semua email yang datang otomatis akan discan untuk menyaring virus sehingga kotak masuk anda akan berada dalam keadaan bersih dari virus. Selain fitur-fitur di atas, masih banyak lagi yang ditawarkan GMX mail untuk calon penggunanya.

6. Inbox.com

Inbox.com menawarkan layanan email gratis dengan ruang penyimpanan sebesar 5 GB (untuk warga Amerika Serikat, Canada, dan Inggris). Sedangkan untuk negara lain hanya sebesar 2 GB. Namun dengan memiliki akun di Inboc.com, kita akan mendapatkan homepage Inbox.com pribadi serta Online Photosharing dengan ruang penyimpanan sampai 30 GB.

7. Mail.com
Mail.com sangat bagus untuk sebuah nama domain email. Dengan mendaftar di mail.com, anda bisa memilih bermacam-macam domain untuk email anda. Akan tetapi layanan keamanan di mail.com lebih sedikit jika dibanding dengan layanan email lainnya.
Disamping penyedia layanan email gratis yang ada di atas, masih banyak penyedia lainnya yang mungkin bisa menjadi pilihan.

Sumber : http://ayubudi-xiia1.blogspot.com/2009/11/bab-3-mendeskripsikan-fungsi-email.html